Silaturahmi dalam Hari Raya bagian dari Pancasila yang perlu diperkuat
Elshinta.com, Anjangsana silaturahmi saling maaf memaafkan dalam suasana Idul Fitri merupakan budaya masyarakat Indonesia yang harus terus dikuatkan karena bagian dari pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila seperti yang tercantum dalam sila ke dua butir ke tiga mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Elshinta.com - Anjangsana silaturahmi saling maaf memaafkan dalam suasana Idul Fitri merupakan budaya masyarakat Indonesia yang harus terus dikuatkan karena bagian dari pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila seperti yang tercantum dalam sila ke dua butir ke tiga mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Hal ini disampaikan Anggota MPR RI atau Komisi Vlll DPR RI Umar Bashor dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di daerah pemilihan yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.
Legislator dari PDI Perjuangan menyampaikan tiga tahun kegiatan ini terhalang karena pandemi Covid-19, namun dengan kesadaran masyarakat mentaati peraturan yang dikeluarkan pemerintah akhirnya zona merah itu bisa dilalui dengan baik.
"Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin dengan kerendahan hati kami seluruh keluarga. Tentu Idul Fitri saat ini merupakan momentum istimewa setelah tiga tahun dilakukan pembatasan aktivitas karena pandemi Covid-19, kendaraan masyarakat yang baik akhirnya zona bahaya Covid-19 bisa dilalui dengan baik dan kita masuk ke fase pemulihan dengan kebebasan beraktivitas", kata kata mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang.
Pria asal Kabupaten Lumajang juga mintra kerjanya dengan BNPB meminta masyarakat yang akan berlibur ke tempat wisata mentaati aturan yang berlaku, masyarakat diminta paham potensi kebencanaan sehingga tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
"Kami juga ingatkan kepada masyarakat agar mengerti ancaman bahaya dari lokasi wisata yang dikunjungi utamanya daerah pantai. Hari raya sekarang ini dipastikan kunjungan wisata membludak karena di tahun sebelumnya terbentur keadaan pandemi Covid-19", pungkas mantan DPR Provinsi Jawa Timur dua periode tahun 2009 - 2019 seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Minggu (16/4).